Company Profile

Certification


Magnesium, Mineral Penting untuk Wanita

Magnesium merupakan mineral yang sangat penting untuk setiap sel tubuh. Ia memiliki lebih dari 300 reaksi biokimia dalam tubuh kita. Tanpa magnesium, sistem saraf terganggu, kadar insulin kacau, dan jantung kehilangan iramanya.

Pada wanita, kekurangan mineral ini juga membuat gejala PMS dan migrain bertambah buruk. Penelitian menemukan bahwa magnesium berkontribusi penting untuk mencegah osteoporosis karena ia berperan besar dalam penyerapan kalsium. Oleh karena itu, meski kebutuhan kalsium sudah cukup, jika kekurangan magnesium, maka kalsium tak akan bisa diserap tubuh.

"Mengonsumsi kalsium tanpa magnesium tak akan melindungi wanita dari keropos tulang," kata Mildred Seelig, ahli nutrisi yang telah melakukan studi tentang magnesium lebih dari 40 tahun.

Menurutnya, komposisi antara kalsium dan magnesium adalah dua banding satu. Ini berarti bila Anda mengonsumsi 1.000 mg kalsium, kebutuhan magnesium tubuh Anda adalah 500 mg. Sekitar 50 persen magnesium dalam tubuh terdapat dalam tulang.

Bagi kaum wanita, magnesium juga berperan penting untuk mengurangi risiko sindrom pramenstruasi (PMS). Dalam sebuah studi ditemukan bahwa konsumsi magnesium sebanyak 200 miligram mampu mengurangi gejala-gejala PMS dibanding partisipan yang mengonsumsi pil placebo.

Magnesium juga membantu mengurangi penderitaan akibat migrain. Para ahli menduga hal ini terjadi karena magnesium membantu memperlebar pembuluh darah dan memperlancar sirkulasi darah ke otak. Magnesium juga bekerja dengan cara mengontrol pengirim pesan di otak, yakni serotonin.

Sejak lama para ahli juga telah melakukan studi mengenai manfaat magnesium untuk mencegah hipertensi karena mineral ini mampu membuat arteri lebih rileks. Penelitian selama 4 tahun terhadap 30.000 pria menunjukkan, mereka yang mengonsumsi magnesium diet tinggi memiliki tekanan darah lebih rendah dibanding kelompok lainnya.

Meski banyak suplemen yang mengandung magnesium, secara alami, magnesium bisa kita peroleh dari sayuran hijau. Sumber lain adalah kacang-kacangan, yogurt, gandum, kedelai, alpukat, dan pisang.
-Kompas Online-