Company Profile

Certification


Ada 'K' Dalam Darah

KOMPAS.com - Darah memerlukan kemampuan untuk membeku agar kita terhindar dari pendarahan yang bisa berujung pada kematian. Agar darah dapat membeku atau berkoagulasi dengan optimal, tubuh memerlukan vitamin K.

Sebenarnya koagulasi adalah salah satu indikasi konsistensi aliran darah dalam tubuh. Sebab saat darah mampu berkoagulasi dengan baik, maka benang-benang fibrin yang “menjahit” jaringan tubuh yang luka mampu menahan keluarnya darah lebih banyak.

Itu mengapa kekurangan vitamin K adalah hal yang riskan bagi tubuh kita. Tapi tidak hanya menjaga koagulasi darah, vitamin K juga dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara, menurut Journal of Cellular Physiology.

Agar suplai vitamin K kita tidak kekurangan, kita dapat mengonsumsi susu kedelai, teh hijau, kubis, brokoli, alpukat, dan buah kiwi. Sedangkan dari sumber hewani, kita bisa mendapatkannya dari susu sapi, daging dan hati sapi. Selain itu, makanan probiotik seperti yogurt juga bisa kita andalkan karena bakteri sehat tersebut membantu stimulasi produksi vitamin K dalam tubuh.

Jumlah vitamin K yang dibutuhkan kita setiap harinya adalah 1 mcg, per kg berat badan. Sebab kelebihan dosis vitamin ini dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan anemia serta kerusakan fungsi hati. Tapi sebenarnya pemenuhan vitamin ini terbilang mudah karena selain kebutuhannya sedikit, sistem pencernaan kita sudah membentengi tubuh dengan bakteri baik yang ikut memicu produksi vitamin K.
- Lily Turangan/Siagian Priska -