Ferron Ekspor ke Polandia Sebagai Rangkaian Pengembangan Pasar Eropa

Menuju 50 tahun perjalanan dan dedikasi Dexa Group di bidang farmasi, salah satu perusahaan dalam Dexa Group yakni PT Ferron Par Pharmaceuticals, melakukan ekspor perdana ke Polandia, setelah ekspor ke United Kingdom di tahun 2008 dan Belanda di tahun 2018. Langkah ini menjadikan Polandia menjadi negara ke 3 setelah United Kingdom dan Belanda sebagai tujuan negara expor ke Eropa. Acara “Pelepasan Ekspor Perdana Produk PT Ferron Par Pharmceuticals ke Polandia” diselenggarakan di pabrik PT Ferron Par Pharmaceuticals, Cikarang, Jawa Barat, Selasa, 2 Juli 2019.

Ferron-Polandia-fix.jpgKomitmen Dexa Group untuk mengembangkan pasar ekspor terus dilakukan sejak ekspor perdana perusahaan ke Myanmar pada 1993. Setelah ekspor perdana ke Myanmar, Dexa Group terus merambah pasar tujuan ekspor lainnya hingga ke empat benua yaitu Afrika, Amerika, Asia, dan Eropa.
Produk Avamina SR® adalah produk yang akan diekspor oleh Ferron ke Polandia. Avamina SR® adalah produk dengan zat aktif yang sama dengan produk Glucient® SR yang telah diekspor oleh Ferron ke United Kingdom dan Belanda, juga produk Glumin XR yang dipasarkan di Indonesia. Di United Kingdom, produk Glucient® SR – yang telah diekspor sejak tahun 2011 – berada di posisi kedua untuk obat dengan kandungan zat aktif Metformin Sustained Release. Ekspor ini membuktikan bahwa produk Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dengan teknologi sustained release dengan harga bersaing dan kualitas yang memenuhi standar internasional.

Acara “Pelepasan Ekspor Perdana Produk PT Ferron Par Pharmceuticals ke Polandia” dihadiri oleh Menteri Kesehatan Ibu Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, S.pM (K), Kepala Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Ibu Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Menteri Perindustrian Bapak Ir. Airlangga Hartarto MBA MMT dan Duta Besar Polandia Yang Mulia Beata Stoczyńska, CEO Dexa Group, Bapak Ferry Soetikno beserta jajaran direksi Dexa Group di pabrik PT Ferron Par Pharmaceuticals, Cikarang, Jawa Barat, Selasa, 2 Juli 2019.

“Ekspor produk untuk diabetes Avamina SR® ke Polandia ini bukan hanya sebagai milestone perusahaan kami. Tetapi lebih dari itu, produk ini adalah produk karya anak bangsa yang dibuat di site Cikarang, sebagai produk farmasi berteknologi sustained release pertama dari perusahaan farmasi Nasional, yang berhasil diekspor ke Polandia. Karenanya kami sangat berterima kasih kepada Badan POM RI yang memberikan dukungan dan pembinaan, mulai dari pengembangan formulasi Metformin SR hingga produksinya dengan teknologi canggih, sehingga produk ini dapat memberikan added value yang tinggi dan dapat berdaya saing di pasar yang highly regulated seperti United Kingdom, Belanda, dan sekarang Polandia,” kata Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Bapak Krestijanto Pandji, di acara “Pelepasan Ekspor Perdana Produk PT Ferron Par Pharmceuticals ke Polandia” pada Selasa, 2 Juli 2019.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI atas saran dan harapan untuk mewujudkan kemandirian perusahaan farmasi Nasional dalam memproduksi obat-obatan, sehingga kami dapat merealisasikan harapan itu. Kami selalu mendukung program Pemerintah dalam memberikan yang terbaik untuk kesehatan masyarakat, harapannya bagi seluruh masyarakat Indonesia dan juga masyarakat global. Semangat kemandirian produksi obat-obatan ini, membuat kami dapat membuktikan bahwa produk farmasi Nasional mampu bersaing dengan produk farmasi global karena kualitas yang berstandar internasional,” jelasnya.

Ferron-Polandia (2)-fix.jpgMelalui ekspor produk farmasi untuk penderita diabetes ini, kata Bapak Krestijanto Pandji, diharapkan dapat memberikan devisa bagi negara sekaligus memperat kerjasama ekonomi perdagangan antara Indonesia dan Polandia, terutama untuk produk-produk berteknologi tinggi. Negara Polandia merupakan salah satu negara highly regulated market produk farmasi, di mana negara ini memiliki persyaratan yang dinilai sangat ketat dan berstandar tinggi untuk produk farmasi.

Produk Avamina SR® merupakan obat untuk penderita diabetes yang mengandung zat aktif Metformin berteknologi Sustained Release (SR). Teknologi ini dirancang untuk menyederhanakan dosis sekaligus memperpanjang durasi kerja obat, dengan mekanisme kerja yang dapat larut perlahan bersamaan dengan melepaskan obat pada jangka waktu tertentu hingga mencapai kadar stabil dalam plasma darah. Karena itu, konsumsi obat ini cukup sekali waktu dalam sehari yang dikonsumsi bersamaan saat makan malam.    
July 3, 2019

Date Release: 
Wednesday, July 3, 2019 - 10:45
Top